blog setengah pantat

Jumat, 30 Januari 2015

Posted by Masabi on 22.24 with No comments
Footprinting adalah segala kegiatan mengumpulkan informasi target yang akan di-hack sistemnya, sebelum melakukan penguasaan sistem sesungguhnya. Atau Footprinting, merupakan seni mencari / mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan target yang akan diserang. Misal jika seseorang ingin merampok bank yang dilakukan terlebih dahulu adalah kantor bank itu berada, dimana biasa kasir menyimpan uang, rute bank untuk persiapan melarikan diri dan berbagai hal yang berkaitan dengan target. Mengapa proses footprinting ini penting? Karena menurut Certified Ethical Hacker (CEH), 90% waktu seorang hacker dan cracker dihabiskan untuk mengumpulkan informasi, sedangkan 10% untuk melakukan percobaan menguasai sistem server atau router.
Footprinting dapat dibagi 2 yaitu
1.    inner footprinting dan
2.    outer footprinting.
Inner footprinting adalah pencarian informasi terhadap suatu situs dimana Anda sudah berada di dalam jaringan komputer tersebut (Anda sudah berada didalam gedungnya dan menggunakan fasilitas internet gratis).
Outer Footprinting adalah pencarian informasi terhadap suatu situs dimana Anda tidak berada di dalam jaringan komputer target (Anda berada jauh dari komputer target).
LANGKAH - LANGKAH FOOTPRINTING
Pada dasarnya ada empat (4) langkah utama yang biasanya dilakukan untuk melakukan intelejen awal untuk melihat scope situasi target sasaran. Langkah ini dikenal sebagai footprinting, yaitu:
1.    Menentukan Scope Aktifitas / Serangan
2.    Network Enumeration
3.    interogasi DNS (domain name).
4.    Mengintai Jaringan.
Penjelasan ;
1.    Menentukan Scope Aktifitas / Serangan
Pada tahapan 1 ini, kita perlu memperoleh sebanyak mungkin informasi yang berkaitan dengan lokasi,berita akusisi, nomor telepon, kontak person ,e-mail address mereka, masalah privasi kebijakan keamanan yang di terapkan, link ke berbagai situs Web lain yang berhubungan dan  lain-lain.

Bagi sistem administrator yang ingin melawan hal ini, ada baiknya membaca-baca RFC 2196 Site Security Handbook yang bisa di download dari http://www.ietf.org/rfc/rfc2196.txt.
2.    Network Enumeration
Network Enumeration dilakukan untuk melihat domain yang digunakan oleh sebuah organisasi. Untuk melihat domain tersebut bisa dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu :
a. Melihatnya lewat internet / web di https://register.pandi.or.id/registrant?navigation=tambah.
Dari langkah diatas maka kita akan mendapatkan informasi dari nama alamat web tersebut seperti alamat domain, nama domain, jumlah server yang digunakan, dan lain-lain. Tapi web ini terbatas untuk server yang ada di Indonesia. Tapi jangan khawatir ada tempat untuk mengetahui informasi alamat yang ada di luar Indonesia yaitu di http://news.netcraft.com dengan web ini kita bisa mendapatkan informasi yang lebih mendetail tentang suatu web yang kita ingin selidiki.
b. Atau pun dengan cara ketik host www.alamatweb.ac.id di terminal.
c. Kita juga bisa menggunakan perintah Whois. Dimana whois adalah suatu prosedur untuk mendapatkan informasi mengenai sebuah domain. Informasi yang bisa di dapat meliputi siapa pemilik Domain, dimana alamatnya, no telepon, alamat email, kapan domain ini di daftarkan dan kapan domain ini akan expired.
3.    Interogasi DNS
Interogasi DNS adalah cara yang dilakukan dengan mengambil informasi Domain Name System (DNS).
Selain beberapa informasi lainnya tentang pemetaan alamat IP dengan hostname. Salah satu cara yang mungkin agak mudah untuk melakukan zone transfer,pada masa lalu, bisa dilakukan dengan mudah menggunakan perangkat lunak nslookup .
Cara menginstallnya tinggal mengetikan sudo apt-get install nslookup sama halnya dengan menginstall program-program lain yang ada di linux.
4.    Mengintai Jaringan
Langkah keempat atau terakhir dalam proses footprinting adalah melakukan pengintaian jaringan lawan,dalam bahasa Inggris-nya adalah network reconnaissance. Proses pengintaian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak traceroute(di UNIX/Linux), atau menggunakan tracert (di Windows).
Traceroute merupakan perangkat lunak diagnostik yang pertama kali di kembangkan oleh salah satu sesepuh Internet yaitu Van Jacobson.Dengan mengakali parameter Time To Live (TTL) di paket IP agar setiap router yang dilewati mengirimkan berita ICMP_TIME_EXCEEDED, kita dapat memetakan rute yang diambil oleh sebuah paket dalam jaringan Internet.
Setelah mengetahui daftar alamat IP (IP address) dari berbagai host yang ada di target anda. Langkah selanjutnya adalah memetakan topologi jaringan, baik yang menuju ke target sasaran maupun konfigurasi internal jaringan target. Biasanya kita mengunakan software seperti traceroute maupun nmap.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Categories

Pages

Text Widget

ANAK GHOUL

blog setengah pantat

About me

Formulir Kontak

Label

Labels

Hi There, I am

Blogger templates

footer social

Flickr Images

Follow Me

Popular Posts

Copyright © ANAK GHOUL | Powered By Blogger | Published By Gooyaabi Templates
Design by Carolina Nymark | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com